Pages

Kamis, 15 Desember 2011

case study part I


silahkan download terlebih dahulu http://robjhyndman.com/tsdldata/books/wei.dat

Data Wei 5.
1. Identifikasi
Terlebih dahulu menentukan data training dan testing dimana jika testing diambil 10% dari data training yakni dimulai pada data ke-65. Selanjutnya, akan dilakukan identifikasi statisioner dalam varians dan statisioner dalam means. Untuk melakukan identifikasi statisioner dalam varians dilakukan transformasi box cox, berikut, hasilnya ditampilkan dalam bentuk visual.
Dari hasil output diatas diketahui nilai Rounded Value (lambda) sebesar 1, jadi dapat disimpulkan bahwa data telah statisioner dalam varians.
Identifikasi selanjutnya yaitu statisioner dalam means yang dapat di lihat pada gambar time series plot. Berikut gambar hasil output  time series plot.
            Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa data tidak statisioner dalam means karena plotnya membentuk pola trend naik, sehingga pada data dilakukan difference dengan lag = 1. Dengan dilakukannya difference maka akan diperoleh data baru yang nantinya akan dilakukan time series plot ulang. Berikut hasil output identifikasi statisioner dalam means dengan menggunakan data hasil difference.
Dari hasil diatas dapat diketahui bahwa data telah statisioner dalam means karena plotnya telah konstan berada ditengah dan dapat ditarik garis secara lurus tepat di tengah.

2. Estimasi
Menentukan model awal dengan ACF dan PACF yang dapat dilihat seperti Gambar di bawah ini. Untuk menentukan AR pada ARIMA maka menggunakan PACF sedangkan jika menentukan MA maka menggunakan ACF.
a. Autocorrelation Function (ACF)
b. Partial Autocorrelation Function (ACF)

Pada langkah estimasi dilakukan 3 pengujian asumsi, yaitu:
·      Arima (1, 1, 0)
a.    White noise
Pada pengujian ini digunakan pengujian L-jung Box, dengan hipotesis sebagai berikut.
Hipotesis:
H0 : Data telah white noise
H1 : Data tidak white noise
Tingkat Signifikan: α= 5%
Hasil Output:
Modified Box-Pierce (Ljung-Box) Chi-Square statistic

Lag            12     24     36     48
Chi-Square    8,6   18,3   26,3   38,7
DF             10     22     34     46
P-Value     0,567  0,691  0,824  0,768

Dari output di atas maka dapat diputuskan bahwa semua nilai p-value > α sehingga gagal tolak H0 . Jadi dapat disimpulkan bahwa data telah white noise pada arima (1, 1, 0).

b.    Residual Normal
Pada pengujian ini digunakan hasil output pengujian residual kolmogorov smirnov,dengan hipotesis sebagai berikut.
Hipotesis:
H0 : Residual telah berdistribusi normal
H1 : Residual tidak berdistribusi normal
Tingkat Signifikan: α= 5%

Dari pengujian residual dengan menggunakan kolmogorov smirnov dapat diputuskan bahwa gagal tolak H0. Jadi dapat disimpulkan bahwa data telah berdistribusi normal.

c.    Signifikansi parameter
Hipotesis:
H0 : Parameter tidak signifikan terhadap model
H1 : Parameter telah signifikan terhadap model
Tingkat Signifikan: α= 5%
Hasil Output
Final Estimates of Parameters

Type         Coef  SE Coef      T      P
AR   1    -0,2990   0,1243  -2,41  0,019
Constant   3,0948   0,3078  10,05  0,000

Dari hasil output diketahui nilai p-value pada AR1 dan constant sebesar 0,019 dan 0,000. Sehingga dapat diputuskan tolak H0 karena nilai p-value < α yang berarti bahwa parameter telah signifikan terhadap model.

4. Tes diagnostik

SS =  363,973 (backforecasts excluded)
       MS =  5,967  DF = 61

            Pada tahap ini dapat diketahui nilai MSE sebesar 5,967 yang dapat dibandingkan dengan model Arima yang lain.

 5. Ramalan

Forecasts from period 64

                     95% Limits
Period  Forecast    Lower    Upper  Actual
    65   253,654  248,865  258,442
    66   255,716  249,868  261,564
    67   258,194  251,228  265,160
    68   260,548  252,680  268,415
    69   262,939  254,247  271,631
    70   265,318  255,878  274,759
    71   267,702  257,567  277,836

            Dari output di atas maka dapat diketahui bahwa ramalan (forecast) ke depan dimulai pada data ke-65.

·      Arima (0, 1, 1)
a.    White noise
Pada pengujian ini digunakan pengujian L-jung Box, dengan hipotesis sebagai berikut.
Hipotesis:
H0 : Data telah white noise
H1 : Data tidak white noise
Tingkat Signifikan: α= 5%
Hasil Output:
Modified Box-Pierce (Ljung-Box) Chi-Square statistic

Lag            12     24     36     48
Chi-Square    8,0   17,4   24,8   38,1
DF             10     22     34     46
P-Value     0,630  0,740  0,876  0,790

Dari output di atas maka dapat diputuskan bahwa semua nilai p-value > α sehingga gagal tolak H0 . Jadi dapat disimpulkan bahwa data telah white noise pada arima (0, 1, 1).

b.    Residual Normal
Pada pengujian ini digunakan hasil output pengujian residual kolmogorov smirnov,dengan hipotesis sebagai berikut.
Hipotesis:
H0 : Residual telah berdistribusi normal
H1 : Residual tidak berdistribusi normal
Tingkat Signifikan: α= 5%

Dari pengujian residual dengan menggunakan kolmogorov smirnov dapat diputuskan bahwa gagal tolak H0. Jadi dapat disimpulkan bahwa data telah berdistribusi normal.

c.    Signifikansi parameter
Hipotesis:
H0 : Parameter tidak signifikan terhadap model
H1 : Parameter telah signifikan terhadap model
Tingkat Signifikan: α= 5%
Hasil Output
Final Estimates of Parameters

Type        Coef  SE Coef      T      P
MA   1    0,2872   0,1248   2,30  0,025
Constant  2,3811   0,2197  10,84  0,000

Dari hasil output diketahui nilai p-value pada MA1 dan constant yakni 0,025 dan 0,000. Sehingga dapat diputuskan tolak H0 karena nilai p-value < α yang berarti bahwa semua parameter telah signifikan terhadap model.

Ø Tes diagnostik

SS =  364,407 (backforecasts excluded)
MS =  5,974  DF = 61

            Pada tahap ini dapat diketahui nilai MSE sebesar 5,974 yang dapat dibandingkan dengan model Arima (1,1,0). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kriteria kebaikan model yang terbaik adalah Arima (1,1,0) karena memiliki nilai MSE yang lebih kecil dibandingkan dengan Arima (0,1,1).

Ø Ramalan

Forecasts from period 64

                     95% Limits
Period  Forecast    Lower    Upper  Actual
    65   253,613  248,822  258,405
    66   255,994  250,110  261,879
    67   258,375  251,572  265,179
    68   260,757  253,144  268,370
    69   263,138  254,794  271,482
    70   265,519  256,503  274,535
    71   267,900  258,259  277,541

            Dari output di atas maka dapat diketahui bahwa ramalan (forecast) ke depan dimulai pada data ke-65. 

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar